Lupakan blazer hitam kaku dengan busa bahu tebal yang biasa dipakai saat sidang skripsi atau tes wawancara formal. Di lemari pakaian sekarang, blazer bukan lagi seragam kaku yang bikin gerah dan mengintimidasi. Potongannya bergeser drastis. Luaran ini sekarang jadi andalan untuk ngopi santai di kafe, jalan-jalan akhir pekan, hingga meeting santai bareng rekan kerja tanpa perlu terlihat berlebihan.
Banyak orang ragu. Takut kelihatan tua. Ada juga yang beli ukuran kebesaran, tapi begitu dipakai malah tenggelam persis anak kecil yang iseng meminjam jas kerja milik ayahnya. Padahal kuncinya sepele. Kamu cuma perlu mengenali jenis potongan yang pas dengan bentuk tubuh, lalu memasangkannya dengan kombinasi bawahan yang seimbang.
Berikut lima model blazer kekinian yang wajib masuk radar belanjamu beserta cara pakainya.
1. Boxy Oversized Blazer
Potongan lurus dan serba longgar ini paling sering mendominasi linimasa Pinterest. Bahunya sengaja dibuat jatuh melewati tulang bahu asli, menciptakan kesan santai yang tetap berstruktur di area kerah.
Jangan salah beli. Oversized bukan berarti kamu tinggal mengambil ukuran XXL sembarangan di gantungan toko. Blazer yang memang dirancang oversized sejak awal memiliki perhitungan lingkar ketiak dan proporsi lengan yang pas, sehingga punggung tidak terlihat bungkuk saat dipakai melangkah.
Untuk gaya harian, imbangi volume blazer yang lebar dengan pakaian dalaman yang lebih pas badan. Padukan dengan tank top polos berbahan katun elastis, celana jeans berpotongan lurus, lalu lengkapi dengan sepatu loafers atau sneakers putih bertali. Hasilnya bersih. Rapi tanpa usaha berlebih.
2. Cropped Blazer
Bagi pemilik postur tubuh mungil yang sering “tenggelam” saat mengenakan jaket panjang, model cropped adalah jawaban instan. Ujung bawah keliman blazer ini biasanya dipotong pendek tepat di garis pinggang alami atau beberapa sentimeter di atas pusar.
Kaki langsung terlihat jenjang. Ilusi optik ini terjadi karena garis pinggang visualmu terangkat naik secara signifikan, membagi proporsi tubuh bagian atas dan bawah menjadi rasio yang jauh lebih ideal. Gerakan tangan dan pinggul pun terasa jauh lebih leluasa dibandingkan memakai jas konvensional.
Paduan paling aman adalah bawahan berpinggang tinggi (high-waisted). Kamu bisa menyandingkannya dengan celana kulot berpotongan lebar dari bahan yang jatuh lembut, celana tailored bahan katun, atau rok lipit lurus. Pilih atasan dalaman yang tipis agar tidak menggembung di area perut.
3. Relaxed Linen-Blend Blazer
Cuaca tropis yang lembap sering kali menggagalkan niat kita untuk tampil keren dengan pakaian berlapis. Di situlah bahan linen-blend unjuk gigi. Perpaduan serat tanaman rami dengan serat katun menghasilkan tekstur tenun berongga yang adem, ringan, serta tidak mudah kusut parah layaknya lembaran linen murni.
Warnanya menenangkan. Kebanyakan model ini diproduksi dalam palet warna bumi yang lembut seperti oat, pasir pantai, sage green, atau terracotta pucat dengan konstruksi tanpa furing dalaman yang berat.
Pakai bersama celana pendek bermuda katun sewarna untuk gaya liburan santai di akhir pekan. Butuh tampilan untuk ruang kerja kasual? Cukup ganti bawahannya dengan celana chino krem dan sepatu mules kulit berujung runcing.
4. Tweed Bouclé ala Korean Chic
Gaya feminin elegan ala drama Korea Selatan sukses mempopulerkan kembali bahan wol bouclé bertekstur timbul ini ke generasi muda. Bedanya dengan setelan pesta klasik tempo dulu, versi modern mengusung warna-warna pastel cerah seperti butter yellow, biru langit, dan baby pink dengan taburan kancing logam bermotif antik.
Kuncinya ada pada kontras. Jangan pasangkan dengan rok span formal kalau tidak mau disangka hendak menghadiri rapat dinas.
Cara paling segar memakainya justru dengan menabrakkan tekstur mewah wol bouclé bersama celana denim berpotongan gombrang (wide-leg jeans) yang santai. Efek kasual dari bahan denim secara otomatis melunakkan kesan kaku dan mahal dari jaket tweed, menciptakan gaya high-low dressing yang sangat modis.
5. Waist-Tie / Wrap Blazer
Ingin lekuk pinggang tetap terlihat jelas tanpa harus terkungkung jahitan kancing kaku? Pilih model wrap dengan ikat pinggang kain terintegrasi. Terinspirasi dari mantel parit (trench coat) dan kimono Jepang, blazer ini membiarkanmu mengatur sendiri tingkat kerapatan siluet sesuai kenyamanan napas.
Siluet jam pasir langsung terbentuk seketika. Aksen lilitan pita di pinggang menjaga definisi posturmu tetap tegas meski dipadukan bersama celana kain berpipa longgar.
Fleksibilitasnya juara. Ikatkan talinya dengan simpul rapi saat harus tampil profesional di ruang meeting, atau biarkan bagian depannya terbuka lebar dengan tali menjuntai ke belakang saat ingin bersantai selepas jam kantor.
Trik Singkat Padu-Padan Harian
- Jika blazer berpotongan lebar dan boxy, buat dalaman atau celanamu lebih ramping agar tubuh tidak tampak seperti balok berjalan.
- Pada blazer dua kancing, cukup kaitkan kancing paling atas saja saat berdiri dan biarkan kancing bawah terbuka supaya kain jatuh luwes.
- Selalu singsingkan lengan baju hingga sebatas siku memakai bantuan ikat rambut kecil tersembunyi untuk menghadirkan kesan santai seketika.
Tentukan satu potongan favoritmu, pastikan bahannya nyaman di kulit, lalu kenakan dengan rasa percaya diri penuh.



